Misteri!! Bangunan Tua Dan Kuno Ini Hanya Akan Terlihat Satu Kali Saja Setiap Tahun

Pada Danau PoYang, Kota Lushan, terdapat sebuah monumen yang ajaib seakan terapung saat dibanjiri air. Sehingga penduduk lokal setempat menyebut sebongkah bangunan ini dengan sebutan “Bintang jatuh”.

Monumen ini memang menjadi pemandangan unik tersendiri dengan sebuah menara kuno, candi dan di tengah-tengah antara dua bangunan itu terdapat sebuah kastil kecil yang terapung dalam air.

Pada gambar di atas menunjukkan Danau PoYang di Kota Lushan Provinsi JiangXi, tampak di wilayah air itu ada sebuah monumen yang tergenang di atas air.

Loading...

Pada saat musim banjir tahunan datang, disekitar bangunan ini akan tertutupi oleh air danau, sebaliknya pada musim kemarau, sekitar monumen ini akan tampak kering tanpa lautan air.

LuoXingDun ini, dapat diartikan sebagai Bintang jatuh, atau meteorit jatuh, begitu sebutan untuk bangunan yang unik ini. Monumen ini menjadi bagian dari salah satu bangunan pariwisata yang dilindungi oleh institusi di kota Lushan.

Bangunan ini sempat diperbaiki konstruksinya di awal hingga kini dilestarikan menjadi peninggalan simbolis di Kota Lushan itu, bentuk dari bangunan ini seperti sebuah pulau kecil, dan luasnya tidak lebih dari 1.800 meter persegi.

Sewaktu di Zaman lima dinasti, tempat ini dipuja sebagai bongkahan batu permata. Awal konstruksi bangunan ini pertama kali dibangun pada Dinasti Song. Pada waktu itu hanya dibangun konstruksi paviliunnya saja, usai itu dibangun dan diperbaiki lagi secara bertahap oleh beberapa generasi.

Loading...

Pada zaman pemerintahan Dinasti Ming dilakukan penambahan paviliun yang bertingkat lagi, orang kuno zaman dahulu mengumpamakan bangunan ini seperti tumpukan permata giok yang mengambang, bangunan terbuat dari permata, bangunan yang terang benderang, dll.

Pada intinya, sebutan ini bermacam-macam seiring kehidupan kita yang selalu berubah menurut zaman.

Sekilas melihat LuoXiangDun(Bintang Jatuh) ini saat air di danau pasang, seperti pada waktu yang bersamaan mengapung di air. Untuk bisa menikmati lebih dekat lagi keindahan bangunan ini, Anda perlu menyewa sampan untuk mendekati bangunan ini atau mungkin Anda bisa menunggu saat musim kemarau tiba.

Walaupun LuoXingDun ini sering terendam di dalam air, bangunan ini tidak memiliki bau sedikitpun.

Berdasarkan musim kemarau tahun-tahun sebelumnya, Danau PoYang biasanya lebih awal surut di musim kemarau. Tatkala di danau itu sangat cepat menjadi padang rumput yang lebat.

Dengan padang rumput bersamaan paparan sinar matahari, di tengah-tengah itu terdapat sebuah bangunan tua yang memiliki sejarah ribuan tahun lalu yang masih bertahan di tengah Danau PoYang ini – -itulah LuoXingDun.

Sekarang, dengan kondisi air di danau PoYang yang telah surut, seluruh wilayah disekitar LuoXingDun ini telah sepenuhnya terpampang terbuka.

Setiap saat memasuki musim kemarau, daerah di sekitar LuoXingDun tersebut telah dipenuhi dengan padang rumput yang tumbuh subur, tatkala banyak kerbau-kerbau beristirahat sambil menikmati rumput yang hijau disini .

Pada gambar, sudah terlihat jelas, banyak orang dengan gembira main disekitar daerah LuoXingDun tersebut. Jangan memandang sebelah mata bangunan ini yang sudah beribuan kali direndam oleh air.

Serpihan bagian dari setiap bangunan ini satupun tidak ada yang kurang, tak pelak banyak orang yang memuji keterampilan konstruksi orang-orang zaman dahulu.

Bahkan saat berdiri di atas menara LuoXingDun ini, Anda dapat menerawang jauh keseluruhan wilayah Danau PoYang. Apa yang terjadi jika tidak ada bangunan ini di tengah-tengah Danau PoYang tersebut? Benar-benar pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan.

Biarpun sudah lama sekali terendam air pun tidak mengalami sedikitpun kerusakan.

Meskipun di sekitar wilayah LuoXingDun ini ditumbuhi rumput, namun agar dapat menjangkau tempat ini, tidaklah sederhana, Anda harus melalui genangan lumpur disana.

Namun, halangan itu sama sekali tidak mengurangi niat para turis mancanegara untuk menyaksikan keunikan peninggalan ini.

Saat tempat ini dikelilingi oleh kabut pun tidak mengurangi kemegahan bangunan ini, dari jauh tampak seperti dunia kayangan mirip dalam cerita dongeng, sunyi senyap. Pada musim semi, air di danau mulai naik pasang memenuhi tempat ini. Para turis yang ingin mengunjungi LuoXingDun ini harus menaiki kapal.

Jika sudah tiba saatnya musim dingin, tempat ini berubah menjadi padang rumput, orang-orang yang datang bisa berjalan menikmati keindahan disini. Selain itu, untuk mengakses tempat ini Anda tidak perlu membeli tiket masuk, dan itu alasannya juga mengapa banyak turis yang mendatangi tempat wisata tersebut.

SEDIH!! Gadis Ini Membawa Teman Lelakinya Berjumpa Dengan Ibu Bapanya. Namun Kata-Kata Dari Lelaki ini Tentang Rumahnya Membuatkan Dia Menangis Sayu

 

Gambar Hiasan

Saya lahir di sebuah pedesaan yang jauh dari kota, sehari-hari masa kecil saya terhabiskan di desa ini, keluarga saya sama sekali tidak kaya. Kedua orang tua saya hanya seorang petani yang sederhana, demi diriku agar dapat duduk di bangku sekolah, mereka setiap saat harus bekerja keras.

Kerja keras yang dapat saya rasakan dan terlihat dari mata kepala saya sendiri ini, saya bersumpah suatu saat akan memberikan mereka hidup yang lebih baik lagi.

Sekarang saya telah lulus kuliah, dan juga telah mendapatkan pekerjaan yang lumayan bagus. Di angan-angan saya selalu ingin menghasilkan duit yang banyak, kemudian membeli rumah di kota, lalu mengajak orang tua saya tinggal bersama disana.

Di tempat kerja yang sekarang itu merupakan awal pertama kali saya bertemu dengan teman lelaki saya, realitanya dia dua tahun lebih tua dari saya. Ia menjabat sebagai manajer namun di cabang perusahaan lain, kehidupan masa saat kecil ia juga kurang menyenangkan, orang tuanya harus bercerai saat dirinya masih kecil, dan ibunya-lah yang merawatnya sampai dewasa kini.

Tidak lama setelah ia baru bekerja di perusahaan itu, ibunya, satu-satunya orang tua yang ia miliki dari kecil, telah meninggal, dia benar-benar sangat sedih untuk waktu yang lama. Jadi inilah alasan mengapa dia terus bekerja keras.

Saat kami memutuskan untuk bersama, ia benar-benar baik padaku dan dirinya sama sekali tidak keberatan dengan fakta bahwa saya berasal dari keluarga seorang petani. Saya telah memutuskan dengan matang dan telah merencanakan kapan pernikahan kami dihelat.

Sebelum itu, ia mengatakan sangat ingin bertemu kedua orang tua saya, jadi dengan begitu saya membawanya menjumpai kedua orang tua saya di kampung halaman

Meski teman lelaki saya juga pernah melalui kehidupan yang pahit, tetapi dirinya sekarang tinggal di kota. Setelah ia melihat rumah kami yang sudah sangat lama dan buruk, seluruh wajahnya terlihat sangat terkejut, pikiranku langsung bercampur-campur, saya mengira dia akan memutuskan berpisah dengan diriku setelah melihat ini.

Karena inilah alasan mengapa sebelumnya, mantan yang dulu meninggalkan saya.

Sebenarnya desa kami terhitung tidak terlalu miskin dan tidak terlalu kaya, pada dasarnya semua penduduk di desa ini sudah merenovasi bahkan membangun rumah yang baru, ada yang membangun sampai empat atau lima lantai dan isi di dalam rumahnya juga sangat indah.

Di balik semua rumah yang bagus itu, kondisi rumah keluarga saya sangat memprihatinkan bahkan bentuknya tak seperti rumah petak lagi, berbagai jenis kayu dan ubin telah bercampur menjadi satu saling menyangga, itulah rumah kami. Tidak hanya itu, rumah kami sudah bertahan bertahun-tahun dan benar-benar terlihat seperti rumah yang akan segera roboh.

Saya juga ingin memberi orang tua saya rumah baru, tetapi kondisi keduitan saya tidak memungkinkan untuk mewujudkan semua itu. Saat orang-tuaku melihat pasangan baruku, langsung menyambutnya dengan hangat, dan ia juga meresponnya dengan sangat antusias. Namun, di dalam hati saya sangat gelisah seakan tidak berada di kenyataan.

Keesokan harinya, saat kami berpas-pasan pergi ke kedai, ia mengeluarkan satu kad atm bank. Katanya, di dalam kad itu ada 5000 Ringgit, tolong berikan kepada ibu saya untuk memperbaiki kondisi rumah mereka. Duit sebesar ini adalah duit tabungannya, ia juga tidak mempermasalahkan duit sebesar itu.

Mendengar kabar itu, Ayah saya sangat terkejut, bahkan ibu saya langsung menangis pada saat itu, ibu saya memilih mengembalikan duit itu kepada teman lelaki saya, dan berkata: “Duit ini kami tidak bisa menerimanya, Anda memiliki kehidupan di kota, pasti membutuhkan banyak duit untuk tinggal disana, jangan sia-siakan untuk kami.”

Pacar saya mengatakan : “Bagaimanapun juga duit ini tidak boleh dikembalikan kepadanya, apabila mereka telah menerima saya sebagai menantunya pun tidak perlu dikembalikan.” Ibu saya tak kuasa menahan tangisnya dan akhirnya menerima duit pemberiannya itu, lalu ibu saya berkata: “Keluarga kita benar-benar sangat beruntung memiliki menantu seperti dirinya.”

Setelah kami berdua menikah, akhirnya kami memutuskan membeli sebuah rumah baru. Suami saya langsung mengajak kedua orang tua saya untuk segera pindah ke rumah baru kami. Pada akhirnya, sekarang, kami hidup dengan sangat bahagia !

Sumber : fafa

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *