Ketika Menyedari Anak Gadisnya Mencuri Barang, Bukannya Dimarahi, Inilah yang Dilakukan Si Ibu Untuk Mengajar Anaknya, Para Netizen Terus Tepuk Tangan dan Memujinya!

Ketika Menyedari Anak Gadisnya Mencuri Barang, Bukannya Dimarahi, Inilah yang Dilakukan Si Ibu Untuk Mengajar Anaknya, Para Netizen Terus Tepuk Tangan dan Memujinya!

Kadang-kadang orang tua merasa terkejut dan bingung waktu pertama kali mengetahui anaknya mencuri. Orang tua mungkin berpikir bahwa ini merupakan hal yang wajar dalam perkembangan anak. Anggapan ini tentu saja tidak benar. Sekecil apa pun pencurian yang dilakukan anak, orang tua harus melarang dan menghentikannya. Apabila orang tua tidak menanganinya dengan benar, tingkah laku yang tidak berbahaya itu dapat mengarah menjadi perbuatan yang berakibat lebih jauh.

Akhir-akhir ini, ada seorang netizen yang nge-share dua pengalamannya yang menunjukkan pendidikan keluarga yang berbeza akan mempengaruhi perkembangan masa depan dan kepribadian anak.

Loading...

Netizen ini, sebut saja Razak, adalah seorang pekerja di sebuah kedai. Suatu hari, Razak mendengar suara barang jatuh. Razak pun mendekat ke arah suara untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata seorang anak laki-laki kira-kira berumur 10 tahun tidak sengaja menjatuhkan sebuah mainan.

Razak pun mengambil mainan tersebut untuk melihat apakah ada yang rusak dari mainan tersebut. Memang ada goresan dan mainan tersebut sedikit retak. Ketika Razak mengatakan hal tersebut kepada sang ayah, sang ayah tidak mau mengaku dan terus menggeleng-geleng kepala. Walaupun sudah ditunjukkan kamera CCTV, sang ayah tetap pura-pura tak tau. Razak buntu melihat perlakuan sang ayah ini…

Hari berikutnya, Razak melihat seorang ibu menggandeng anak perempuannya ke dalam kedai dan meminta maaf kepadanya. Ternyata kemarin anak gadisnya mencuri mainan kecil di kedai. Sang ibu baru menyadari ketika sampai dirumah. Ibu tersebut tanya berapa harganya, ia akan membayar mainan ini namun mainan tersebut tidak akan dibawa pulang. Ia tidak ingin anak gadisnya merasa bahwa dengan mencuri, ibunya akan membayar mainan tersebut dan pada akhirnya ia akan mendapat barang yang dicuri. Sang ibu pun terus meminta maaf kepada Razak dan meminta agar anak gadisnya juga meminta maaf.

Perlakuan kedua orangtua tersebut sangat mengesankan bagi Razak. Ada beberapa orang yang berani untuk mengakui kesalahan, bahkan ada yang berpura-pura bodoh, seakan-akan tidak ada yang terjadi. Ada juga yang berani kembali ke kedai untuk bertanggung jawab dan meminta maaf.

Penyebab anak mencuri :

Loading...

1. Mencuri kerana tidak mengerti.

Sebagian dari anak mengambil barang milik orang lain kerana ia belum mengerti tentang maksud dari kepemilikan suatu barang. Anak belum dapat membezakan mana barang milik sendiri dan yang mana barang milik orang lain.

2. Mencuri kerana mencontoh yang salah

Anak mencuri kerana melihat orangtua, saudara atau teman mengambil barang yang bukan miliknya. Dalam keluarga harus ada pendidikan moral yang benar. Sekalipun pada hal-hal yang kecil, namun bila disertai dengan ketamakan akan merangsang anak untuk mencuri, baik itu mencuri bunga, buah, alat-alat atau barang-barang milik orang lain. Tidak adanya pendidikan moral dalam keluarga akan mudah menjadikan anak-anak mempunyai kebiasaan mancuri.

3. Mencuri kerana tekanan dan adanya keinginan untuk memiliki.

Anak mencuri kerana ada tekanan akan keperluan dan keinginannya. Anak ini mencuri kerana terpaksa. Misalnya, anak ingin makanan tetapi tidak diberi uang jajan oleh orangtuanya. Akhirnya ia terpaksa mencuri uang temannya untuk membeli makanan.

Cara mengatasi mencuri:

1. Mencukupi keperluan anak

Banyak anak suka mencuri kerana keinginan yang diperlukan belum terpenuhi. Sebaiknya orang tua mengoreksi diri, apakah ada keperluan anak yang belum dicukupi? Kelalaian itu boleh terjadi dalam bentuk: tidak memberi makanan yang bergizi, atau tidak menyediakan alat tulis yang diperlukan, atau keperluan sehari- hari lainnya. Semuanya itu akan membuat anak tergoda untuk melakukan pencurian.

2. Memberi pengertian kepada anak

Memberikan pengertian pada anak (disesuaikan dengan usia anak) agar bersabar apabila keinginan yang diharapkan anak belum boleh dikabulkan, dalam hal ini diperlukan komunikasi yang terbuka, baik dan penuh kasih sayang antara orang tua dan anak, agar anak juga boleh memahami mengapa keinginannya belum atau tidak boleh dikabulkan.

3. Memasukkan konsep nilai yang benar.

Sejak kecil orang tua sudah harus mendidik perbezaan antara “ini milik kamu” dan “ini milik saya”. Jangan membiarkan anak sembarangan mengambil barang orang lain. Jika dalam tas atau di saku ditemukan barang milik teman, anak harus segera mengembalikannya. Menerapkan konsep yang benar harus disertai dengan teladan yang baik supaya anak tidak tamak terhadap hal apa pun sekalipun itu hal yang kecil atau sembarangan meminjam barang milik orang lain. Berikanlah penghargaan dan pujian bila mereka mampu mengurus atau mengatur barangnya sendiri.

4. Melakukan usaha secara bersama.

Usahakanlah untuk bekerja sama dengan anak, menasihati dan menjelaskan sebab akibat dari tindak mencuri, atau membantu anak untuk mencari jalan ke luar yang boleh dilakukan.

Semoga artikel ini bermanfaat! Jangan lupa untuk di SHARE dan LIKE 🙂

Sumber: Bomb

 

 

SEDIH!! Isi Surat Ibu Untuk Anak Gadisnya Ini Sangat Mendalam! Katanya: “Jangan Minta Maaf Kerana Kamu Telah Menyusahkan Orang Lain”?!

 

Pendidikan itu harus dimulai dari kecil. Dalam proses pertumbuhan anak, orang tua wajib mengajari anak hal yang boleh dan tidak boleh di lakukan. Supaya anak-anak kelak tumbuh menjadi anak-anak yang positif dan ke jalan yang benar.

Baru baru ini, seorang ibu dari Amerika, secara pribadi menulis daftar 「hal yang tidak boleh di lakukan」 untuk anak perempuan nya yang berusia 5 tahun. Jika dilihat sepertinya terlalu ketat, namun sebenarnya isinya penuh dengan kebijaksanaan dan cinta. Seluruh netizen yang membacanya berseru: 「ia adalah orang tua terbaik sedunia!」

Mari kita lihat seperti apa sih isi tulisan ibunya

Untuk anakku tersayang:

1. Saat orang lain melakukan kesalahan kepada mu, kamu tidak perlu minta maaf

2. Jangan pernah berkata 「maaf, aku telah menyusahkanmu」, kamu bukan lah beban. Kerana kamu memiliki pemikiran dan perasaan dan kamu pantas untuk dihormati dan dihargai orang lain.

3. Saat kamu sedang tidak ingin pergi dengan seorang laki-laki, kamu tidak perlu mencari alasan untuk menolaknya. Katakan saja: 「tidak, terima kasih」. Kerana kamu tidak berhutang apapun padanya.

4. Saat kamu sedang makan di depan orang lain, kamu tidak perlu banyak mikir. Kalau sangat lapar, makanlah! Makan apapun yang kamu mau. Kalau kamu ingin makan pizza, pesan saja pizza! Jangan kerana ada orang lain, kamu jadi memesan salad.

5. Kamu tidak perlu membiarkan rambut mu tetap panjang hanya demi menyenangkan orang lain.

6. Kalau kamu tidak suka, kamu tidak perlu mengenakan gaun.

7. Jangan kerana tidak ada teman, kamu tidak keluar rumah. Pergilah sendiri dan ciptakan pengalaman pribadi mu sendiri

8. Tidak perlu menahan air mata mu. Menangis artinya kamu memiliki emosi yang perlu di lepaskan, bukan berarti lemah. Tapi ini adalah sifat wajar dari manusia.

9. Jangan tersenyum kerana orang lain menyuruhmu.

10. Jangan takut untuk tertawa kerana lelucon mu sendiri.

11. Jangan katakan 「ya」 demi sopan santun. Kamu boleh katakan 「tidak」 kerana ini adalah hidup mu.

12. Jangan menyembunyikan pikiran kamu sendiri. Bicaralah dengan lantang dan keluarkan pikiran kamu. Kamu layak di dengar!

13. Jangan meminta maaf pada orang lain kerana kamu menjadi dirimu sendiri. Untuk menjadi orang yang berani, kamu harus percaya diri menjadi dirimu sendiri.

Daftar 「hal yang tidak boleh di lakukan」 ini telah menarik perhatian dari para netizen di luar sana. Netizen sangat kagum dengan kebijaksanaan dari sang ibu. Tidak hanya harus diberitahu untuk anak perempuan sendiri, namun, menjadi seorang wanita haruslah mengingat nasehat ini selalu. Wanita itu dikatakan pemberani jika memiliki rasa percaya diri dan bijak!

Sumber: looker

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *