Kesian! Lewat Malam dia Ternampak Suaminya di Dalam Gelap Sedang..

Isteri mendadak diberitahu bahawa ia harus lewat selama dua jam. Ia pun menelepon suaminya, memberitahu dia bahawa ia akan pulang lebih malam. Suami berkata, “ok, aku juga baru pulang kerja, sekarang masih dijalan, jam berapa kira-kira kamu akan pulang?”

Isterinya hanya memberitahu dia bahawa masih sekitar 2 jam lagi, lalu HPnya sudah tak ada bateri. Isterinya awalnya ingin mencari telepon umum, namun setelah dipikir-pikir tidak jadi. Sudah jadi suami isteri, anak juga sudah besar, untuk apa terlalu romantis?

Loading...

Akhirnya isteri pulang kerja, ia buru-buru untuk pulang ke rumah.

Sudah sangat malam, ia berpikir suaminya pasti akan menunggunya di ruang tamu, menyalakan penghangat ruangan, menyiapkan makanan hangat diatas meja. Sambil berkhayal, ia semakin mempercepat langkahnya. Namun ternyata, saat sudah hampir sampai, sekitar 20 meter jarak dari rumah, ia melihat suaminya.

Suaminya berdiri dalam kegelapan, hanya terlihat seperti bayangan kecil yang kabur.

Namun kerana isteri sudah terlalu mengenal suaminya, ia sangat yakin bahawa yang ia lihat adalah suaminya sendiri. Dengan perlahan ia memanggil suaminya, suaminya pun datang ke arahnya. Isteri bertanya mengapa ia disini? Cuaca diluar begitu dingin, angin juga begitu kencang.

Suaminya menjawab, “Ada curam… Pagi tadi curam ini masih belum ada, mungkin sedang dalam perbaikan… Mereka tidak menaruh lampu peringatan, kamu harus berjalan lewat bagian sini.” Suami menuntun sang isteri berjalan melewati tempat yang lebih aman.  Isteri berkata, “kamu menunggu disini, hanya untuk memberitahu ku ada curam?” Suami menjawab, “iya, di cuaca yang begitu dingin ini, kalau kamu terpeleset dan jatuh, akan sangat berbahaya, apalagi curamnya cukup lebar dan dalam.”

Loading...

Sekejap, isteri merasa suami jauh lebih romantis dari yang baru saja ia bayangkan.

Setelah masuk ke rumah, suami langsung menyalakan penghangat, mengeluarkan makanan dari peti ais untuk dihangatkan. Isteri bertanya kembali, “kamu daritadi belum pulang ke rumah?” Suami menjawab, “Iya. Awalnya ingin menelepon mu untuk menyuruhmu berhati-hati, namun HP mu sudah tidak dapat dihubungi.”

“Jadi kamu sudah menunggu diluar lebih daru dua jam? kenapa tidak pulang ke rumah dulu untuk menghangatkan badan?”

“Aku takut kamu pulang saat aku sedang di rumah.”

Apakah sebenarnya cinta itu? Tentu saja bukan yang tiap jam, tiap minit, tiap detik selalu mengumbar kata romantis. Cinta yang sesungguhnya adalah dalam situasi sekecil apapun, waktu sesedikit apapun, tak berani untuk meninggalkan.

Kebahagian terbesar seorang wanita,

bukanlah memakai baju bermerek,

membawa iPhone kemana-mana,

menaiki mobil mewah,

tinggal di rumah besar.

Kebahagian adalah,

Saat menangis ada yang menghibur,

saat letih ada tempat bersandar,

saat sakit ada yang menemani,

memiliki seorang yang mengerti dan mencintainya.

Tak peduli seberapa kemampuannya,

selalu memberikan yang terbaik untukmu.

Wang adalah keperluan material,

bahagia adalah kepuasan rohani.

Kenyataan tak perlu dibeli dengan wang,

ketulusan tak dapat dibeli dengan wang.

sumber: happytify

 

 

Ketika Menyedari Anak Gadisnya Mencuri Barang, Bukannya Dimarahi, Inilah yang Dilakukan Si Ibu Untuk Mengajar Anaknya, Para Netizen Terus Tepuk Tangan dan Memujinya!

 

Kadang-kadang orang tua merasa terkejut dan bingung waktu pertama kali mengetahui anaknya mencuri. Orang tua mungkin berpikir bahwa ini merupakan hal yang wajar dalam perkembangan anak. Anggapan ini tentu saja tidak benar. Sekecil apa pun pencurian yang dilakukan anak, orang tua harus melarang dan menghentikannya. Apabila orang tua tidak menanganinya dengan benar, tingkah laku yang tidak berbahaya itu dapat mengarah menjadi perbuatan yang berakibat lebih jauh.

Akhir-akhir ini, ada seorang netizen yang nge-share dua pengalamannya yang menunjukkan pendidikan keluarga yang berbeza akan mempengaruhi perkembangan masa depan dan kepribadian anak.

Netizen ini, sebut saja Razak, adalah seorang pekerja di sebuah kedai. Suatu hari, Razak mendengar suara barang jatuh. Razak pun mendekat ke arah suara untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata seorang anak laki-laki kira-kira berumur 10 tahun tidak sengaja menjatuhkan sebuah mainan.

Razak pun mengambil mainan tersebut untuk melihat apakah ada yang rusak dari mainan tersebut. Memang ada goresan dan mainan tersebut sedikit retak. Ketika Razak mengatakan hal tersebut kepada sang ayah, sang ayah tidak mau mengaku dan terus menggeleng-geleng kepala. Walaupun sudah ditunjukkan kamera CCTV, sang ayah tetap pura-pura tak tau. Razak buntu melihat perlakuan sang ayah ini…

Hari berikutnya, Razak melihat seorang ibu menggandeng anak perempuannya ke dalam kedai dan meminta maaf kepadanya. Ternyata kemarin anak gadisnya mencuri mainan kecil di kedai. Sang ibu baru menyadari ketika sampai dirumah. Ibu tersebut tanya berapa harganya, ia akan membayar mainan ini namun mainan tersebut tidak akan dibawa pulang. Ia tidak ingin anak gadisnya merasa bahwa dengan mencuri, ibunya akan membayar mainan tersebut dan pada akhirnya ia akan mendapat barang yang dicuri. Sang ibu pun terus meminta maaf kepada Razak dan meminta agar anak gadisnya juga meminta maaf.

Perlakuan kedua orangtua tersebut sangat mengesankan bagi Razak. Ada beberapa orang yang berani untuk mengakui kesalahan, bahkan ada yang berpura-pura bodoh, seakan-akan tidak ada yang terjadi. Ada juga yang berani kembali ke kedai untuk bertanggung jawab dan meminta maaf.

Penyebab anak mencuri :

1. Mencuri kerana tidak mengerti.

Sebagian dari anak mengambil barang milik orang lain kerana ia belum mengerti tentang maksud dari kepemilikan suatu barang. Anak belum dapat membezakan mana barang milik sendiri dan yang mana barang milik orang lain.

2. Mencuri kerana mencontoh yang salah.

Anak mencuri kerana melihat orangtua, saudara atau teman mengambil barang yang bukan miliknya. Dalam keluarga harus ada pendidikan moral yang benar. Sekalipun pada hal-hal yang kecil, namun bila disertai dengan ketamakan akan merangsang anak untuk mencuri, baik itu mencuri bunga, buah, alat-alat atau barang-barang milik orang lain. Tidak adanya pendidikan moral dalam keluarga akan mudah menjadikan anak-anak mempunyai kebiasaan mancuri.

3. Mencuri kerana tekanan dan adanya keinginan untuk memiliki.

Anak mencuri kerana ada tekanan akan keperluan dan keinginannya. Anak ini mencuri kerana terpaksa. Misalnya, anak ingin makanan tetapi tidak diberi uang jajan oleh orangtuanya. Akhirnya ia terpaksa mencuri uang temannya untuk membeli makanan.

Cara mengatasi mencuri:

1. Mencukupi keperluan anak

Banyak anak suka mencuri kerana keinginan yang diperlukan belum terpenuhi. Sebaiknya orang tua mengoreksi diri, apakah ada keperluan anak yang belum dicukupi? Kelalaian itu boleh terjadi dalam bentuk: tidak memberi makanan yang bergizi, atau tidak menyediakan alat tulis yang diperlukan, atau keperluan sehari- hari lainnya. Semuanya itu akan membuat anak tergoda untuk melakukan pencurian.

2. Memberi pengertian kepada anak

Memberikan pengertian pada anak (disesuaikan dengan usia anak) agar bersabar apabila keinginan yang diharapkan anak belum boleh dikabulkan, dalam hal ini diperlukan komunikasi yang terbuka, baik dan penuh kasih sayang antara orang tua dan anak, agar anak juga boleh memahami mengapa keinginannya belum atau tidak boleh dikabulkan.

3. Memasukkan konsep nilai yang benar.

Sejak kecil orang tua sudah harus mendidik perbezaan antara “ini milik kamu” dan “ini milik saya”. Jangan membiarkan anak sembarangan mengambil barang orang lain. Jika dalam tas atau di saku ditemukan barang milik teman, anak harus segera mengembalikannya. Menerapkan konsep yang benar harus disertai dengan teladan yang baik supaya anak tidak tamak terhadap hal apa pun sekalipun itu hal yang kecil atau sembarangan meminjam barang milik orang lain. Berikanlah penghargaan dan pujian bila mereka mampu mengurus atau mengatur barangnya sendiri.

4. Melakukan usaha secara bersama.

Usahakanlah untuk bekerja sama dengan anak, menasihati dan menjelaskan sebab akibat dari tindak mencuri, atau membantu anak untuk mencari jalan ke luar yang boleh dilakukan.

Semoga artikel ini bermanfaat! Jangan lupa untuk di SHARE dan LIKE 🙂

Sumber: Bomb

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *