KEJAM!! Seorang Ayah Dikecam Netizen Gara-gara Tersebar Gambarnya Mengurung Anak Namun Akhirnya Mereka Meminta Maaf Setelah Tau Keadaan Sebenar

Kasih keluarga adalah salah satu kasih terindah yang ada di dunia ini, namun demikian masih ada saja sebagian orang tua yang tega menyiksa anaknya sendiri.

Seorang pria di China berikut ini dikecam oleh para netizen ketika fotonya yang membawa sang anak, Hedi (nama samaran), di kandang besi beredar di media sosial. Tak disangka, ternyata ia bukan sedang menyiksa anaknya melainkan sedang melindunginya!

Merasa ada yang aneh dengan anaknya yang baru berumur 1 tahun, ayah Hedi memutuskan untuk memeriksakan Hedi ke dokter.

Loading...

Kecurigaan ayah Hedi terbukti ketika dokter menyatakan bahwa Hedi mengalami kelainan otak sehingga otaknya tidak dapat berkembang dengan baik. Ayah Hedi sangat terpukul mendengar berita tersebut!

Namun demikian, ia segera bangkit dan mengusahakan berbagai macam cara untuk menyembuhkan anaknya.

Selama 4 tahun ayah Hedi terus berusaha untuk mengobati anaknya dengan seluruh uang yang dimilikinya, namun sayangnya Hedi tak kunjung sembuh.

Hedi tumbuh menjadi anak yang hiperaktif dan tak terkontrol. Akhirnya ayah Hedi memutuskan untuk membuat sebuah kandang bagi Hedi agar ia bisa membawa Hedi jalan-jalan dengan aman.

Loading...

Ayah Hedi memilih stainless steel (baja anti karat) sebagai bahan pembuat kandang agar Hedi tidak memakan karat jika ia menggigit-gigit kadang.

Selain itu, ia juga memasang papan pelindung di atas kadang agar Hedi terhindar dari sengatan matahari serta memasang kaca pelindung di setiap sisi kandang untuk membuat batas aman bagi Hedi sehingga tangannya tidak terseret masuk ke roda jika ia menjulurkan tangannya.

Kendaraan roda tiga yang dibuat ayah Hedi mungkin dianggap sebagai kandang tahanan oleh para netizen, namun bagi Hedi kendaraan tersebut adalah bentuk cinta sang ayah terhadap dirinya.

Yang setuju, jom kongsikan kisah ini sebanyak-banyaknya!

Sumber: Bomb

SEDIH!! Seorang Anak telah Meninggal Dunia dan Ayahnya Telah Memuatnaik Status “Ini Adalah Hadiah Terbaik Buatku”

 

 

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Anak Sedunia. Hari ini seharusnya dirayakan bersama anak tercinta. Papa, mama dan anak, semuanya berkumpul bersama dan menikmati hari ini dengan gembira.

Namun seorang ayah bermarga Liu di Nanjing, Tiongkok, tidak memiliki kesempatan itu. Gadis kecilnya yang baru berumur 4 tahun didiagnosis menderita tumor otak. Para ahli medis pun menyarankan kepada Liu untuk melepas kepergian anaknya, biarkan anaknya memiliki masa-masa terakhir yang bahagia.

Hati semua orang hancur saat Liu mengucapkan kata, “Anakku, tidurlah dengan tenang….”

Liu bercerita, seluruh keluarga merasa sangat khawatir dengan kondisi anaknya, namun mereka tidak berdaya karena tetap harus mencari nafkah. “Kita semua harus tetap bekerja, membiayai keluarga!”

▼ Tanggal 17 bulan Juni, kondisinya sudah sangat lemah. Matanya memelas seperti ingin tidur, sambil papa dan mama menceritakan dongeng untuknya.

▼ Tanggal 18 bulan Juni, Liu pun mengirimkan sebuah pesan kepada wartawan yang menanyakan kabarnya.

“Anakku tersayang hari ini telah menjadi malaikat kecil dan pergi ke surga. Ini adalah hadiah hari Ayah terbaik yang ia berikan padaku. Hari ini saya sudah membawanya untuk mendonasikan kornea matanya. Semoga matanya yang indah tetap berada di dunia ini.”

▼  Liu juga menuliskan di blognya, “Kalau diberi kesempatan sekali lagi, kami tidak tahu apakah kita akan memilih jalan yang sama. Mungkin kita akan mencoba untuk menyembuhkanmu, sampai titik darah penghabisan….

Mungkin setelah selesai operasi, kami akan membawamu jalan-jalan melihat banyak pemandangan yang indah, kebun binatang, lalu membiarkanmu pergi……”

“Kami berkali-kali membayangkan bagaimana ke depannya… Harus berapa kali rehabilitasi baru bisa sembuh? Apakah ada TK yang mau menerimanya? Apakah pelajaran di sekolah bisa terkejar? Apakah bisa tumbuh tinggi?

Apakah ada lelaki yang akan menyukainya? Apa yang akan menjadi kegemarannya ketika ia tumbuh besar nanti? Apakah perlu ayah dan ibu merintis sebuah kedai kuih, lalu membiarkannya mewarisinya? Dengan begitu ia tidak perlu susah payah untuk hidup.

Kita pelihara seekor anjing biar ada menemani. Kita beli rumah yang ada halaman besarnya, biar ia bisa menanam bunga yang ia suka. Kalau ada waktu, kita pergi ke taman bermain, kebun binatang, ke manapun ia senang….” Setiap kata yang ditulis menunjukkan cinta seorang ayah kepada anaknya.

Semoga malakai kecil ini dapat tidur dengan tenang di atas sana.

Sumber: pixpo

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *